Film India Dianggap Hanya Memburu Aktor dan Nama Besar


Jagad film India Bollywood, dianggap gagal mengukir keberhasilan besar pada 2010, meski sejumlah film dianggap mampu meraih kegemilangan, termasuk film aksi komedi asmara Salman Khan DABANGG (Tak Kenal Takut), ditambah film GOLMAAL 3, yang dibintangi Ajay Devgan, dan ONCE UPON A TIME IN MUMUBAII, yang juga menampilkan Ajay.

Drama kejahatan aksi RAAJNEATI (Politik), komedi HOUSEFULL dan komedi romantis I HATE LUVE STORYS juga meraih keberhasilan.

Film fantasi sains-fiksi megastar India Selatan Rajinikanth ENDHIRAN (Robot) mencatat keberhasilan besar saat akhir peluncuran, dengan mengantungi US$21 juta.

Film Shah Rukh Khan MY NAME IS KHAN, yang dipuji oleh pembuatnya sebagai film global pertama Bollywood, mencatat keberhasilan lain, kendati film itu lebih berkibar di luar negeri ketimbang di India.

Semua film tersebut ditimpali oleh film yang diproduksi Aamir Khan PEEPLI (Live), satire tajam mengenai ketegangan antara desa dan kota India, dan TERE BIN LADEN (Tanpa Kau Bin Laden), kisah jenaka mengenai seorang petani yang memiliki dua kehidupan sebagai orang paling dicari di dunia.

LOVE SEX AUR DHOKHA (Cinta, Seks, Pengkhianatan) memicu kontroversi dengan penampilan seks, bugil dan orang yang suka memandang gambar porno, sementara komedi PHAS GAYA RE OBAMA (Obama Terjebak) menarik minat penggemar sebelum kunjungan presiden AS itu ke India pada November lalu.

Nikhat Kasmi, pengritik film di surat kabar Times of India, mengatakan keberhasilan film kecil itu ‘mengejutkan’.

“Semua yang mereka miliki adalah kisah masuk akal yang diceritakan dengan cara masuk akal dan peka. Semua film tersebut menghampiri penonton dengan IQ dan EQ (emotional quotient) dan mendapat pujian seketika karena terbebas dari rumus itu,” tulis Nikhat pada pekan keempat Desember.

“Tua bukan lagi emas di satu industri tempat profil penonton telah berubah drastis dan telah diambil-alih oleh pemuda yang menyukai drama mereka saat ini, kontemporer dan sepenuhnya segar,” katanya.

Tokoh industri mengenai bagaimana Bollywood sesungguhnya dan bagian lain sinema India diperkirakan takkan berkibar sampai tahun depan tapi petunjuk mengenai penampilan yang tak bersemangat kembali mencuatkan keprihatinan tentang standar penulisan naskah.

Seorang produser film yang berpengalaman sependapat. Ia menyeru semua studio untuk menanam lebih banyak modal dalam penulisan naskah yang berkualitas.

“Mereka cuma memburu aktor besar dan nama besar dan bukan mengejar naskah. Mereka mesti menanam lebih banyak modal pada para penulis dan cerita yang bagus daripada aktor dan sutradara besar,” kata produser tersebut, yang tak ingin disebutkan jati dirinya

source:kapanlagi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: